FEATURED PRODUCTS
-
Category: BATERAIRp 165,000.00
-
Category: BATERAIRp 185,000.00
-
Category: POWER BANKRp 625,000.00
-
Category: BATERAIRp 150,000.00
-
Category: BATERAIRp 95,000.00
-
Category: BATERAIRp 100,000.00
-
Category: BATERAIRp 130,000.00
-
Category: BATERAIRp 115,000.00
-
Category: BATERAIRp 115,000.00
-
Category: POWER BANKRp 750,000.00
-
Category: BATERAIRp 135,000.00
-
Category: BATERAIRp 105,000.00
-
Category: BATERAIRp 135,000.00
-
Rencana BlackBerry menghadirkan BlackBerry Messenger (BBM) untuk iOS dan Android masih menimbulkan pro dan kontra. Terlebih bagaimana metode kerja layanan messaging ini?
Seperti diketahui, untuk saling berteman, pengguna BBM harus bertukar PIN yang memang khusus berada di BlackBerry. Nah, apakah hal ini masih akan digunakan di iOS dan Android?
Setidaknya ada beberapa metode yang mungkin diusung nantinya oleh BlackBerry di BBM cross platform tersebut.
Metode pertama, BlackBerry mungkin mengusung metode yang ada di layanan instant messaging seperti WhatsApp atau Line. Bila ya, BBM pada Android dan iPhone kelak akan akan mewajibkan penggunanya mendaftarkan nomor teleponnya.
Metode yang kedua, ini mungkin metode lama dimana pengguna menggunakan alamat email untuk mendaftarkan dirinya.
Bila benar seperti itu, dapat dipastikan kelenggangan perangkat BlackBerry bakal terancam. Pasalnya, berarti pengguna tidak perlu lagi memiliki perangkat BlackBerry untuk menggunakan layanan chatting BBM. Tentunya bukan hal tersebut yang diinginkan BlackBerry.
Tapi bisa saja pengguna tetap harus mempunyai BlackBerry, khususnya bila email yang digunakan adalah email yang sama saat pengguna BBM di BlackBerry mendaftarkannya.
Metode yang terakhir adalah dengan menggunakan QR Code. Maksudnya, saat pengguna selesai menginstal aplikasi di iOS atau Android, maka untuk memanfaatkannya pengguna harus melakukan scan QR code yang terdapat di BBM.
Sebagai gambaran, WeChat memiliki sebuah fitur yang disebutnya Web WeChat. Dimana penggunanya dapat secara instan memindahkan semua kontak WeChat miliknya pada halaman web browser, selanjutnya pengguna pun dapat melakukan aktivitas chatting lewat halaman Web WeChat tersebut.
Caranya hanya dengan melakukan scan barcode yang ditampilkan oleh browser menggunakan fitur Web WeChat.
BlackBerry tentu saja tidak ingin handsetnya mati begitu saja. Karena besar kemungkinan aplikasi di iOS dan Android, sekadar memindahkan kontak ke perangkat lain.
Bisa saja prediksi ini salah juga, karena seperti dikatakan oleh CEO BlackBerry Thorsten Heins bahwa BBM sudah saatnya menjadi solusi instant messaging yang berdiri sendiri. Nah, kini tinggal terserah BlackBerry, mau memakai metode mana?
kamis 23 mei 2013
-
Lumia 925 yang baru diluncurkan Nokia beberapa hari lalu menonjolkan kekuatan kamera sebagai salah satu fitur unggulannya. Namun, smartphone berbasis Windows Phone ini ternyata juga dibekali layar yang berkualitas.
Nokia memberikan perubahan yang cukup menarik pada Lumia terbarunya itu. Produsen ponsel asal Finlandia ini mengganti layar IPS yang tadinya disematkan pada Lumia 920 dengan layar OLED di Lumia 925.
Tipe layar OLED HD yang terpasang di Lumia 925 ternyata memiliki tingkat kecerahan maksimal sebesar 600 nits. Tingkat kecerahan ini sama dengan yang terdapat pada layar IPS di Lumia 920 dan cukup sepadan bila dibandingkan dengan iPhone 5 buatan Apple.
Padahal, Samsung yang selalu menggunakan layar jenis Super AMOLED di setiap ponsel flagship-nya hanya mampu menyediakan kecerahan layar hanya sampai 400 nits. Maka dari itu bila disandingkan dengan tipe layar lain di bawah sinar matahari, biasanya layar jenis ini kalah telak. Jadi wajar saja jika layar Galaxy S4 tak mampu melawan cahaya matahari meskipun tingkat refleksinya terhadap cahaya tergolong sangat rendah.
Selain tingkat kecerahan 600 nits, Nokia menjelaskan bahwa mereka menggunakan beberapa kombinasi teknologi untuk layar Lumia 925.
Menurut salah satu pengembang panel display di Nokia, Kenneth Majander, ada sebagian orang menginginkan warna yang lebih natural di layar mereka. Namun, Majender mengakui ada pula sebagian lainnya yang menginginkan warna yang lebih hidup dan tak bisa diabaikan.
Itu sebabnya Nokia menyediakan sebuah aplikasi bernama Color Profiling di perangkat smartphone buatannya. Aplikasi ini menawarkan pilihan 11 tingkat saturasi layar dan juga ada pilihan lain untuk menampilkan warna yang cool, netral dan warm.
Seperti halnya Lumia 920, Nokia Lumia 925 pun masih menggunakan teknologi Synaptics yang bahkan telah ditingkatkan. Teknologi ini memungkinkan Anda bisa mengoperasikan layar dengan menggunakan sarung tangan.
rabu 22 mei 2013
-
Setelah munculnya Z10, beberapa media beberapa media mulai berspekulasi soal keunggulan dari perangkat BlackBerry yang baru, yakni seri Q10. Apa sih kelebihannya, yang menurut rumor beredar smartphone Q10 ini melebihi kemampuan Z10? Berikut ulasan menarik yang dilansir dari Crackberry :
Teknologi Layar
BlackBerry telah melengkapi Q10 dengan tampilan layar yang menggunakan SuperAMOLED, sebuah teknologi yang sengaja diperuntukkan untuk membuat tampilan layar lebih hidup, tetapi bisa menghemat energi. Selain itu, layar yang menggunakan SuperAMOLED berukuran lebih tipis dibandingkan layar LCD, sehingga Q10 akan terasa lebih enak saat digunakan.
Ukuran Layar
Z10 adalah sebuah smartphone yang dioperasikan dengan sistem sentuh. Sedangkan Q10 adalah ponsel dengan perpaduan sistem tombol fisik (keyboard QWERTY dan touchscreen). Alhasil, Q10 memiliki ukuran layar yang lebih kecil (3,2 inchi) dibandingkan Z10 yang berukuran 4,2 inchi. Ukuran layar yang lebih kecil biasanya akan menghemat penggunaan daya baterai.
Fitur “Dark Theme”
Merujuk pada pernyataan resmi dari tim developer BlackBerry, Q10 akan menggunakan sebuah fitur yang akan sangat menghemat baterai. Fitur tersebut dinamakan “Dark Theme”, sebuah fitur yang akan membuat tampilan layar menjadi lebih gelap, sehingga kamu tidak lagi perlu takut bila berjauhan dengan sumber listrik.
Ukuran Baterai
Daya yang tersimpan di dalam baterai tampaknya selalu menjadi isu utama di setiap perangkat BlackBerry. Namun, tim pengembang BlackBerry bertindak cepat untuk memperbaiki keluhan tersebut. Dimulai dari Z10 yang merilis sebuah software update yang bisa menghemat penggunaan baterai, BlackBerry kini juga memperbesar kapasitas baterai Q10 hingga 2100mAh. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan dibandingkan Z10 yang hanya memiliki 1800 mAh.
selasa 21 mei 2013
































